Explore Keindahan Curug Leuwi Lieuk Sentul Bogor Yang Harus Anda Coba

Explore Keindahan Curug Leuwi Lieuk Sentul Bogor, Saya bareng teman bertigaan saja yakni si koya dan farhan memakai sepeda motor. Jalur ke Leuwi Liyet ini sama andai kalian hendak ke Leuwi Hejo. Kendaraan untuk roda 2 maupun 4 dapat melewati jalur Sentul ataupun Citereup. Perjalanan dari lokasi menginap kami yakni di Villa Pertiwi puncak mengarah ke tempat parkir wana wisata Leuwi Hejo di Babakan Madang Sentul tidak cukup lebih 1.5 jam saja dengan kontur jalan yang lumayan rusak parah.

 

Parkiran untuk mengarah ke Leuwi Lieuk ataupun Leuwi Hejo ini sama, dapat di Posyandu penduduk atau menanjak tidak banyak diatas perbukitan yang tentu jalannya pun lebih dekat untuk mengarah ke ke Leuwi Lieuk. Leuwi Hejo, Curug Barong, dan Leuwi Lieuk tersebut masi dalam satu kawasan, jadi andai kalian kesana dari pagi sampai sore, dapat deh tuh ke tiga wisata itu. Berhubung saya Leuwi Hejo telah pernah, maka kami menyimpulkan untuk mengarah ke Leuwi Lieuk saja yang katanya baru banget ditemukan ga lama dari kami datang pada ketika itu. Tadinya lagi, kami pun mau mampir ke Curug Barong, tapi sebab kesorean jadi ga jadi deh.

Perjalanan dari parkiran mengarah ke loket pembayaran melulu sekitar 15 menit jalan menuruni bukit. Nah baru deh dari loket pembayaran yang di tandai adanya warung, toilet, dan parkiran motor, ada percabangan yang andai kalian lurus ialah menuju Leuwi Hejo, dan andai keatas atau menanjak ialah menuju Curug Barong dan Leuwi Lieuk. Trek dari sana naik, turun dengan kontur yang tidak banyak curam, namun tenang karena tidak sedikit sekali bonus trek datar saat mengarah ke ke Leuwi Lieuk. Setelah berlangsung 10 menit dari loket pembayaran, anda akan ketemu pertigaan andai ke kiri menuju Curug Barong dan andai ke kanan menuju Leuwi Lieuk, kamipun memilih jalur kanan.

Setelah perjalanan yang lumayan panjang lebih tidak cukup 20 menit dari loket pembayaran dengan kontur yang naik turun lumayan curam, kami hingga di sungai. Untuk menjangkau Leuwi Lieuk ini terdapat dua, dapat melewati empang yang dinamakan oleh penduduk yaitu Leuwi Cepet sebab ukurannya yang kecil namun dengan konsekuensi badan mesti basah sebab menyebrang dengan kedalaman lebih tidak cukup 1.5 meter dan bahaya apabilka, atau melalui bukit dengan menyebrang sungai lalu melalui bukit yang jalur nya ngetrek sekali tanjakan nya dan paling licin. Saat tersebut kami lebih memilih melalui bukit saja sebab tidak butuh repot “berenang” dan mempertaruhkan tas kami.

Oh ya Leuwi Cepet ini pun sebetulnya wana wisata pun loh, cuma sebab fisiknya tidak sebagus Leuwi Lieuk dan Leuwi Hejo, jadi Leuwi ini melulu sebagi lokasi transit aja deh. Setelah melalui bukit itu, baru keliatan Leuwi Lieuk dari kejauhan yang sudah tidak sedikit orang disana dan ketika kami mendarat disana, sungguh panorama Leuwi yang tiada duanya di Bogor!

Sebelum mengerjakan aksi yakni main-main air disana, kami bertiga laksana biasa “gelar warung” terlebih dahulu guna mengisi enzim-enzim lambung yang memerlukan asupan gizi. Seperti biasa, karna kami telah terbiasa di alam bebas, maka matras, kompor portable, gas portable, nesting, dan masakan instan laksana mie tidak jarang kali kami bawa andai berpergian ke alam bebas guna menghemat dan memang ini lah kelaziman kami.

 

Leuwi Lieuk ini airnya sangat bening sekali, berwarna kehijauan dan dijepit oleh dua tebing yang lumayan tinggi. Hal ini mengingatkan saya bakal keindahan yang terdapat di Green Canyon, Pangandaran. Bedanya Green Canyon di Pangandaran tersebut lebih tinggi lagi tebingnya dan lebih memacu adrenalin sebab dapat BodyRafting disana, andai di Leuwi Lieuk kalian hanya dapat berenang dan andai kalian mempunyai jiwa yang sarat tantangan, Leuwi Lieuk meluangkan  tiga spot loncatan dengan elevasi variatif mulai dari 3 meter, 5 meter, sampai tertinggi ialah 6-7 meter. Alhamdulillah saya sudah menyantap ketiga spot loncatan itu dan rasanya memang luar bias!

Oh ya empang Leuwi Lieuk ini semakin ke tengah semakin dalam ya, bila saya masa-masa loncat dari elevasi 7 meter ujung ibu jari menancap di dasar kolam, maka kedalam empang ini melulu lebih tidak cukup 4 meter saja, tidak sedalam yang di Leuwi Hejo yaitu menjangkau 5-6 meter dalamnya. Tetapi andai kalian hendak melakukan aksi meloncat atau melulu berenang, kalian wajib dapat berenang sebab sama sekali tidak ada perangkat pengaman laksana pelampung ataupun pegangan yang kokoh, melulu ada seutas tali yang bermanfaat untuk menolong seseorang mendaki tebing untuk meloncat dari elevasi 5 dan 7 meter saja.

Bagi kalian yang hendak loncat dari tebing pun hati-hati, sebab tebing yang licin dan kalian mesti mendaki batu-batu yang licin untuk menjangkau spotnya. Dijamin, sekali loncat pasti akan ketagihan. Buat kalian yang inginkan ke Leuwi Lieuk ini, akses memakai roda dua maupun roda empat tersebut sama saja andai kalian ke Leuwi Hejo. Tetapi andai kalian belum pernah sama sekali disana, baca dulu aja nih Tips berangjangsana kesana mulai dari Jakarta sampai sampai di parkiran Wana wisata Leuwi Hejo Sentul Babakan Madang. Oh ya info aja ketika ini jalur untuk mengarah ke Leuwi Hejo atau Lieuk ini lumayan parah hancurnya. Persiapkan situasi kendaraan dengan baik lah ya pokoknya, ga asik kan pengen liburan namun pacar kendaraan ngambek di tengah jalan. Untuk ongkos masuk sendiri, tiketnya lumayan merogoh kocek 10rb perorang guna Leuwi Hejo, Lieuk, dan curug Barong, parkir motor melulu 5rb, parkir mobil mungkin melulu 10rb sekarang. Siapin jasmani kalian sebab perjalanan lumayan lumayan menghabiskan tenaga sebab kontur jalan yang naik turun untuk mengarah ke Leuwi Lieuk ini dan paling panjang, memerlukan waktu lebih tidak cukup 30 menit dari parkiran motor dengan tidur yang sangta minimal.

Waspadai pun pengemis anak kecil yang minta-minta duit atau pulpen. Kalian bawa aja deh pulpen yang serebuan sebab mereka ngemis bilangnya bukan bikin makan, tapi bikin beli pulpen canda elah. Tetapi tetap waspada dan tidak boleh sombong di alam bebas pokoknya.

Leuwi Lieuk ini masih paling asri keindahannya dan masih tidak sedikit orang belum memahami keberadannya. Mungkin yang tahu ya kaya akamsi (sebutan bikin bocah yang bermukim dekat dengan Leuwi Lieuk), dan semoga artikel ini dapat menjadi sumber referensi kamu untuk berangjangsana kesana.

Selamat bereksplorasi kawan, tidak boleh dirumah atau kota saja sebab keindahan alam Indonesia paling sayang bilamana dilewatkan begitu saja dimasa muda. Intinya dimanapun  kalian berada, lakukan moto tidak boleh ambil apapun kecuali gambar, tidak boleh tinggalkan apapun kecuali jejak, dan tidak boleh bunuh apapun kecuali waktu. Salam lestari seluruh dan tidak boleh lupa bawa pulang sampah mu ya!

Gallery Explore Keindahan Curug Leuwi Lieuk Sentul Bogor

Sumber Referensi http://denubay.blogspot.co.id/2015/05/leuwi-liyet-sentul-bogor-pesona-kolam.html

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *